Cara Berikan Santunan Bagi Anak Yatim

Anak yatim adalah mereka yang tidak lagi memiliki ayah karena wafat. Dalam Islam, seseorang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar. Seperti yang dikatakan Sahl bin Sa’ad RA, bahwa Rasulullah bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan tempat tinggi di surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW.

Keutamaan Berikan Santunan

keutamaan menyantuni anak yatim

Selain keutamaan di atas,  Imam Bukhari juga meriwayatkan hadits yang menjelaskan keutamaan dari menyantuni anak yatim. Hadits tersebut berisi:

  1. Seseorang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan kedudukan tinggi di surga
  2. Menanggung anak yatim berarti memperhatikan dan mengurusi semua kebutuhan hidupnya, mulai dari kebutuhan sandang, makanan dan minuman, hingga memberikan pendidikan secara Islam.
  3. Keutamaan ini akan didapatkan oleh mereka yang memberikan santunan dengan harta sendiri atau pribadi, baik berhubungan keluarga dengannya maupun tidak ada.

Bagaimana Cara Menyantuni Anak Yatim?

cara menyantuni yatim

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyantuni anak yatim, contohnya dengan sedekah dan zakat. Sedekah dapat dilakukan dengan mudah salah satunya lewat panti asuhan. Selanjutnya panti asuhan akan membagikan sedekah yang diterima dengan adil dan merata kepada para anak yatim. Sedekah untuk anak yatim memberikan hikmah pahala yang terus mengalir, harta yang berkah, menjauhkan diri dari api neraka, serta dapat menyejukkan hati.

Selain dengan sedekah, menyantuni anak yatim dapat dilakukan lewat zakat. Anak yatim memenuhi syarat dan kriteria sebagai penerima zakat yaitu fakir dan miskin. Menurut Imam Ibn Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa, anak yatim yang miskin berhak menerima zakat. Salah satu lembaga yang megatur zakat untuk anak yatim adalah Griya Yatim dan Dhuafa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *